Slider 01 Slider 02 Slider 03 Slider 04
This is an example of a HTML caption with a link.

Komitmen International

Komitmen Internasional

World Fit for Children (WFC)

Terdapat 4 bidang pokok yang mendapatkan perhatian khusus dalam deklarasi WFC

  1. Promosi hidup sehat;
  2. Penyediaan pendidikan yang berkualitas;
  3. Perlindungan terhadap perlakuan salah, eksploitasi dan kekerasan; dan
  4. Penanggulangan HIV/AIDS.

WFC juga menekankan beberapa prinsip yang mendasari gerakan global untuk menciptakan dunia yang layak bagi anak

  1. Mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak;
  2. Membasmi kemiskinan;
  3. Tidak seorang anak pun boleh ditinggalkan dan/atau tertinggal;
  4. Memberikan perhatian dan pengasuhan bagi semua anak;
  5. Memberikan pendidikan bagi semua anak;
  6. Melindungi anak dari segala bahaya dan eksploitasi;
  7. Melindungi anak dari peperangan;
  8. Memberantas HIV dan AIDS;
  9. Mendengarkan anak dan pastikan anak berpartisipasi; dan
  10. Melindungi bumi (sumber daya alam) untuk kepentingan anak.

Convention on the Right of the Child (CRC), yang telah diratifikasi melalui Keputusan Presiden No. 36 Tahun 1990 dengan menekankan hak-hak dasar anak meliputi:

  1. Hak atas kelangsungan hidup;
  2. Hak untuk tumbuh dan berkembang;
  3. Hak atas perlindungan; dan
  4. Hak untuk berpartisipasi dalam kehidupan masyarakat.

Millenium Development Goals (MDGs) yang menekankan 8 tujuan, yaitu:

  1. Menghapus kemiskinan;
  2. Memastikan pendidikan dasar untuk laki-laki dan perempuan;
  3. Mengembangkan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan;
  4. Menurunkan angka kematian anak;
  5. Memperbaiki kesehatan ibu hamil;
  6. Memerangi HIV/AIDS;
  7. Menjamin kelangsungan lingkungan hidup; dan
  8. Membangun kemitraan global.

Langkah-Langkah Pengembangan “KLA”

  1. Komitmen Politis KLA
  2. Pembentukan Gugus Tugas KLA
  3. Pengumpulan Data Basis KLA
  4. Penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) KLA
  5. Mobilisasi Sumber Daya Pelaksanaan Rencana Aksi Daerah (RAD) KLA
  6. Pemantauan dan Evaluasi KLA
  7. Pelaporan KLA

Inisiasi dan Peran Pemangku Kepentingan “KLA”

Inisiasi Pembangunan KLA

2006 : Rancangan kebijakan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) diinisiasi oleh KPP.
2006 : Percontohan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) di 5 Kabupaten/Kota.
2007 : Perluasan wilayah percontohan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) di 10 Kabupaten/Kota.
2009 : Kebijakan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) ditetapkan Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan No. 2 Tahun 2009.
2010 : Pengembangan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) diamanatkan dalam Inpres No. 1 Tahun 2010 tentang Program Pembangunan Prioritas yang mengamanatkan penyusunan 2 (dua) kebijakan:
a. Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak No. 13 Tahun 2010 tentang Pedoman Pengembangan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) Tingkat Provinsi.
b. Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak No. 14 Tahun 2010 tentang Petunjuk Teknis Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) di Desa/Kelurahan.

Siapa yang Berperan Mewujudkan KLA?

  1. Lembaga Legislatif: Nasional dan Daerah
  2. Lembaga Yudikatif: Nasionak dan Daerah
  3. Lembaga Pemerintah:
    • Pusat/Nasional
    • Provinsi
    • Kabupaten/Kota
    • Kecamatan
    • Desa/Kelurahan
  4. Lembaga Masyarakat Peduli/Pemerhati Anak
  5. Dunia Usaha
  6. Akademisi
  7. Masyarakat
    • Individu (anak dan orang dewasa)
    • Keluarga

Pendekatan Pengembangan “KLA”

  1. Bottom-up: Dimulai dari keluarga, gerakan masyarakat, meluas ke RT/RW ke Desa/Kelurahan dalam wujud “Desa/Kelurahan Layak Anak”, selanjutnya meluas ke Kecamatan – dalam wujud “Kecamatan Layak Anak”,  dan berujung pada Kabupaten/Kota – dalam wujud “Kabupaten/Kota Layak Anak”.
  2. Top-down: Dimulai dengan fasilitas dari tingkat nasional menuju ke provinsi dan berujung pada kabupaten/kota, dalam wujud “Kabupaten/Kota Layak Anak”.
  3. Kombinasi antara bottom-up dan top-down: sedangkan perluasan cakupan wilayah percontohan KLA dapat dilakukan melalui pendekatan:
    • Replikasi Internal
    • Replikasi Eksternal

Prinsip, Strategi dan Ruang Lingkup “KLA”

Prinsip KLA

  1. Non diskriminasi
  2. Kepentingan yang terbaik untuk anak
  3. Hak untuk hidup, kelangsungan hidup dan perkembangan
  4. Penghargaan terhadap pendapat anak

Strategi KLA

KLA menerapkan strategi pengarusutamaan hak-hak anak (PUHA), yang berarti melakukan pengintegrasian hak-hak anak ke dalam:

  1. Setiap proses penyusunan: kebijakan, program dan kegiatan.
  2. Setiap tahapan pembangunan: perencanaan dan penganggaran, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi.
  3. Setiap tingkatan wilayah: nasional, provinsi dan kabupaten/kota, kecamatan hingga desa atau kelurahan.

Ruang Lingkup KLA

Meliputi seluruh bidang pembangunan, yang dikelompokkan ke dalam:

  1. Tumbuh kembang anak
  2. Perlindungan anak

 

22 Oktober 2018


Web Statistik


 012468

Pengunjung Online : 1
Pengunjung Hari Ini : 24
Total Pengunjung : 3750
Total Hits : 12468

Copyright © 2017 diskominfo Kab PALI | Developed by Team IT | Publish by diskominfo.palikab.go.id | All Rights Reserved